Official ECU MotoGP 2016

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInEmail this to someonePrint this page

Saat ini kelas MotoGP seolah terbagi menjadi 3 kategori yaitu Pabrikan (Yamaha dan Honda), Open (selain Yamaha, Honda dan Ducati) dan Pabrikan Open (Ducati). Pada tahun 2016 ketiga kategori ini akan dihapuskan bersamaan dengan penggunaan official ECU yang disediakan oleh pihak Dorna berkerja sama dengan Magneti Marelli dan penyeragaman penggunaan bahan bakar menjadi 22 liter (nilai tengah dari pabrikan dan open). Menurut aturan yang dikeluarkan pada Desember lalu, setiap pabrikan wajib menghentikan pengembangan software mereka pada 30 Juni 2015 dan ikut mengembangkan software yang akan digunakan pada 2016. Bagaimana mekanisme penghentian ini? Berikut beberapa poin penjelasannya:

Magneti Marelli Dashboard - Crash.net
Magneti Marelli Dashboard – Crash.net
  • Pengembangan software dihentikan pada 30 Juni 2015. Perubahan setelah 30 Juni 2015 – Akhir musim 2015 diperbolehkan jika terkait perbaikan bug untuk masalah keamanan.
  • Setiap tim wajib menggunakan versi terakhir dari software mereka pada race ke-8 (MotoGP Germany), dan setiap ECU dari masing-masing pabrikan akan diambil dan disegel setelah sesi race selesai sebagai sampel.
  • Jika ada protes atau permintaan dari Technical Director, ECU pada mesin tim pabrikan dapat dilepas dan dibandingkan dengan ECU sampel yang telah disegel. Apabila ada perbedaan diluar perbaikan bug keamanan maka dinyatakan sebuah pelanggaran.
  • Sebelum melakukan perbaikan bug, pihak pabrikan harus melapor kepada Technical Director dan memberikan dokumendasi detil perubahan seperti logika program, lokasi memori dan efek setelah perubahan.
Andrea Dovizioso's Ducati , 2014 Sepang MotoGP test - Crash.net
Andrea Dovizioso’s Ducati , 2014 Sepang MotoGP test – Crash.net

Sementara untuk official ECU 2016, ada beberapa kesepakatan yang telah disetujui oleh pihak Komisioner GP dan MSMA diantaranya:

  • Penggunaan official ECU adalah wajib untuk semua tim baik hardware maupun software.
  • Semua sensor yang terhubung ke ECU harus mendapatkan persetujuan (harga, supplier dan ketersediaan untuk semua tim) kecuali :
  1. Sensor yang tidak disetujui bisa digunakan pada FP tapi tidak dapat digunakan pada sesi QP dan RAC.
  2. Setiap pabrikan dapat mengajukan satu tambahan sensor yang akan digunakan untuk seluruh tim ataupun tidak. Sensor ini dapat digunakan pada sesi QP dan RAC. Sensor ini harus terkoneksi dengan ECU dan hanya dapat digunakan sebagai pencatat data tidak untuk manajemen sasis dan mesin. Koneksi dengan ECU harus dapat diverifikasi oleh Technical Director.

Selain sensor yang telah disetujui, ada beberapa perangkat yang diperbolehkan untuk berkomunikasi dengan ECU (yang disetujui pihak penyelenggara) diantaranya:

  • Semua actuator seperti: fuel injectors, ignition coils, electric motors, actuation coils, fuel pumps.
  • Alternator dan yang terkait dengan Regulator/Powerbox.
  • Dashboard dan Message Display Device (Tidak secara langsung terkoneksi dengan ECU).
  • Inertial Platform (diperbolehkan max 2 IPs).
  • Wiring Harness.

Nah ada gambaran kan mengenai penggunaan Official ECU pada 2016.

-ciao-

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInEmail this to someonePrint this page
2 Comments