Ducati dan Open Class Yang Membuat Galau Pabrikan

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInEmail this to someonePrint this page
Ducati Sepang Test 2014
Ducati Sepang Test 2014 – MotoGP.com

Banyak cerita yang tersisa setelah tes Sepang 2 akhir Februari lalu. Mulai dari absennya Marquez karena cedera, susah payahnya Lorenzo menyesuaikan motornya dengan ban baru hingga Rossi yang berhasil menjadi yang tercepat di hari terakhir. Namun yang menjadi kejutan datang dari Open Class. Sebuah class yang dianggap bisa menjembatani kesenjangan antara tim pabrikan dan non pabrikan. Aleix Espargaro dengan Forward Yamaha yang sempat menjadi runner up di hari pertama dan kedua. Disusul membaiknya performa ducati dengan settingan Open Class dan menjadi yang tercepat ketiga di hari terakhir.

Dengan hasil yand didapat pada hari ketiga, Ducati membuat keputusan untuk ikut dalam Open Class. 12 mesin yang bebas dikembangkan sepanjang musim, 4 liter tambahan bahan bakar, kebebasan melakukan tes dan ban yang lebih lunak membuat Ducati tertarik untuk melepas status Factory dan beralih ke status Open. Hal ini mengejutkan banyak pihak, walaupun wacana Ducati beralih menjadi Open Class sudah terdengar sejak beberapa bulan lalu.

Setelah tes Sepang 2, pembalap pabrikan melakukan tes performa ban di Philip Island, Ducati kembali memberikah hasil yang cukup baik. Crutchlow hanya terpaut 0.538 pada hari terakhir di Phillip Island. Hasil baik yang dicapai Ducati sepertinya membuat gerah tim Factory. Seperti yang dikatakan kepala tim Honda Livio Suppo kepada motogp.com. Akibatnya, dibuatlah aturan ‘dadakan’ yaitu Factory 2. Sebuah kelas yang berada di antara Factory dan Open Class. Perbedaannya antara lain adalah jumlah mesin yang sebelumnya 12 dikurangi menjadi 9, penambahan bahan bakar yang awalnya 4 liter menjadi 2.5 liter. Aturan ini berlaku mulai 11 Maret 2014.

Pada seri pertama di Losail Qatar, apabila Ducati berhasil meraih podium maka mereka harus beralih menjadi Factory 2. Namun aturan ini belum jelas berlaku untuk semua tim Open Class atau hanya Ducati. Mengingat bahwa Forward Racing menggunakan mesin Yamaha M1 2013 dengan sasis FTR.

Sedikit ironis, awalnya Open Class diharapkan menjadi solusi alternatif untuk menambah seru jalannya balapan dan mengundang banyak pabrikan untuk ikut dalam MotoGP. Namun ketika Open Class tampil impresif dan kompetitif, mereka justru dihadang dengan sebuah aturan yang penuh dengan kepentingan. Sebenarnya masih banyak yang menarik untuk dibahas dari Factory dan Open Class ini. Mungkin dilain kesempatan.

-ciao

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInEmail this to someonePrint this page