Balapan di Indonesia, Mungkinkah?

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInEmail this to someonePrint this page

Beberapa hari yang lalu, David Emmett menulis sebuah artikel yang sangat menarik mengenai Indonesia dan Balapan kelas Dunia terutama MotoGP. Artikel tersebut berjudul Politics And Corruption: Why There Isn’t A Race In Indonesia. Yet. Disini saya mengutip beberapa poin dari artikel tersebut.

Akhir Januari lalu tim Repsol Honda merilis livery 2015 di Indonesia tepatnya di Bali. Hal ini membuktikan kalau pasar Indonesia sangat menarik bagi produsen sepeda motor Jepang. Selain Repsol Honda, tim Factory Yamaha juga sempat merilis tim MotoGP mereka di Jakarta pada awal 2014. Selain itu pebalap papan atas seperti Rossi, Lorenzo, Hayden, Pedrosa, Marquez pernah datang ke Indonesia untuk mempromosikan brand yang mereka bawa. Lalu jika Indonesia begitu penting dan menjanjikan, kenapa tidak ada Balapan di Indonesia? Masalah pertama adalah Indonesia tidak memiliki sirkuit yang layak untuk menggelar balapan tingkat dunia. Tersedianya sirkuit yang layak memang menjadi faktor namun bukan yang terbesar. Masalah terbesar yang dihadapi adalah Korupsi yang membuat semua menjadi mahal dan ribet.

Masalah korupsi tidak hanya dihadapi oleh Indonesia, dalam gelaran MotoGP ada beberapa negara yang juga memiliki masalah dengan korupsi salah satunya adalah Argentina. Indonesia dan Argentina memiliki index korupsi yang sama pada 2014. Namun permasalahannya hanya satu yaitu ketika korupsi mempengaruhi kekuatan politik dan pengambilan keputusan. Argentina bisa menggelar balapan karena keinginan dari Pemerintah untuk menggelar ajang tersebut. Pemerintah Argentina telah merasakan manfaat dari olahraga ini, Rally Dakar telah memberikan manfaat baik dari sisi ekonomi maupun hiburan.

Indonesia tidak memiliki kekuatan politik di pemerintahan yang menginginkan digelarnya suatu balapan. Karena menganggap balapan hanya disukai oleh kaum muda. Memang banyak penggemar balapan terutama MotoGP di Indonesia, namun didominasi oleh anak-anak muda dan mereka kurang memiliki pengaruh dalam politik. Walaupun sempat muncul harapan ketika Presiden terpilih Joko Widodo menjanjikan akan membangun sirkuit bertaraf internasional untuk menggelar MotoGP, namun ide tersebut seolah menguap tanpa bekas. Memang kita memiliki sirkuit Sentul yang pernah menyelenggarakan MotoGP pada 1997, namun telah banyak yang berubah dan dibutuhkan dana yang besar untuk memperbaiki sirkuit Sentul agar dapat digunakan di ajang balapan internasional.

Sentul - ET Hadi Saputra
Sentul – ET Hadi Saputra

Mengenai korupsi yang terjadi, David pun sempat menyebutkan diartikelnya tentang perselisihan antara KPK dan Polri.

Dan semoga saja Pemerintah merealisasikan rencana pembangunan sirkuit yang baru seperti yang telah dijanjikan oleh Menpora, setidaknya jika ingin menonton secara langsung tidak harus ke luar negeri.

– ciao –

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInEmail this to someonePrint this page
2 Comments